Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam mengasuh anak. Orang tua harus paham tentang tahapan perkembangan anak, dengan begitu anak bisa berkembang dan tumbuh dengan maksimal. Setiap anak pasti mengalami usia emas, di usia tersebut peran orang tua sangat penting, karena menentukan masa depan anak.

Usia emas anak dimulai dari bayi hingga usia 8 tahun. Berikut ini adalah tahapan perkembangan anak yang perlu diketahui oleh orang tua:

  1. Fisik

Perkembangan fisik merupakan perkembangan yang paling terlihat oleh mata. Mulai dari pertumbuhan berat badan, tinggi, otak dan perkembangan keterampilan motorik. Kemampuan motorik anak berupa kemampuan motorik kasar seperti bergerak, melompat dan seiring waktu akan bertambah. Untuk motorik halus berupa kemampuan dalam melibatkan otot kecil dan koordinasi dengan tangan dan mata. Contohnya adalah merobek kertas, mengupas dan lain sebagainya.

  • Anak usia 0-3 bulan sudah mampu mengangkat kepala dan dadanya di lantai. Anak juga sudah bisa menggenggam jarinya. Pada usia 4-6 bulan anak sudah memiringkan badannya ke kiri dan kanan, tengkurap, dan menggulingkan badan.
  • Usia 7 -9 bulan anak lebih kuat, sudah bisa merangkak dan duduk. Di usia 10 -12 bulan anak sudah pandai mengangkat badannya, berdiri dan mengangkat kaki dengan cara merambat. Anak sudah bisa mempertahankan keseimbangan saat duduk, melompati bola dan bertepuk tangan.
  • Pada usia 1-2 tahun ia sudah bisa berjalan, naik tangga, mendorong dan menarik benda berat. Pada kemampuan motorik halusnya ia sudah bisa menyusun menara balok, melepas celana dan mencoret-coret.
  • di umur 2 hingga 3 tahun sudah bisa menendang bola, membuka dan memakai pakaian sendiri dan bisa berkreasi dengan menggunting kertas.
  • di Usia 3 hingga 4 tahun anak sudah berdiri dengan satu kaki selama 5 hingga 10 detik, sudah bisa memanjat dan melompat.
  1. Kognitif

Menurut Jean Piaget, yaitu professor psikologi dari Universitas Geneva, Swiss berpendapat bahwa perkembangan kognitif terbagi menjadi 4 tahap.  Tahap pertama disebut tahap sensorimotor antara usia 0 hingga 24 bulan. Pada tahap ini anak hanya bisa gerak reflex terbatas saat mereka membutuhkan. Tahap kedua dikenal dengan nama tahap praoperasional antara usia 2 hingga 7 tahun, pada usia ini anak sudah bisa menerima rangsangan tapi terbatas.

Mereka masih egois dan kemampuan kosa kata masih berkembang. Tahap ketiga adalah tahap operasional konkret antara usia 7 hingga 11 tahun. Anak usia ini sudah berfikir secara logis. Dan tahap keempat adalah tahap operasional formal di usia 11 tahun hingga dewasa.

  1. Sosio-Emosional

Perkembangan emosional juga harus dipahami oleh orang tua. Bayi yang mulai menghentakkan kaki salah satu ciri bahwa bayi sedang senang. Anak yang melempar barang juga sebagai tanda bahwa mereka sedang marah. Orang tua juga harus tahu bahwa anak usia dini memiliki keingintahuan yang sangat besar, memiliki fantasi dan imajinasi yang tinggi, dan egois.

Ada banyak factor yang mempengaruhi perkembangan anak, di antaranya ada pola asuh orang tua, pengaruh lingkungan yang ada di sekitar anak, bisa berbentuk lingkungan secara fisiologis, psikologis dan sosio kulturan.

Faktor lain dalam perkembangan anak adalah keturunan atau sifat dasar genetic anak, kondisi sebelum lahir, serta faktor gizi dan nutrisi setelah anak lahir. Sangat diharuskan untuk orang tua memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anak agar anak menjadi orang yang sehat, berkepribadian dan bersosial dengan baik.

shares