Bayi baru lahir hingga berumur 4 tahun biasanya memerlukan alas celana yang bisa dipasangkan baik menggunaka lem maupun menggunakan tali, orang mengenal barang ini dengan sebukan popok. Pada umur 0 bulan hingga 4 tahun beberapa anak belum bisa menahan BAB atau BAK nya dikarenakan system pencernaannya yang belum 100 % berjalan dengan baik. Bayi pada usaha 4 tahun keatas biasanya sudah dilatih untuk bisa buang air secara langsung di kamar mandi atau ditambah dengan melatih pertahanan saluran air keluar sehingga tidak akan mengompol baik ketika beraktivitas maupun tidur malam. Nama popok kini lebih dikenal dengan nama Pampers. Awal mulanya nama pampers merupakan sebuah nama produk yang memproduksi popok dengan menggunakan lem, padahal pada zaman dahulu popok hanya berupa kain biasanya dengan pengait berupa tali tetapi dengan perkembangan yang ada popok berubah menjadi pampers yang memiliki bahan kapas yang lembut dengan pengait sebuah lem. Nah berbicara mengenai pengait yang terdapat pada popok bayi ternyata terdapat jenis jenis popok bayi yang berkembang dari jaman kejaman. Apa saja popoknya? Berikut beberapa penjelasannya.

  1. Popok Kain

Popok ini seperti yang sebelumnya sudah dijelaskan sebelum adanya Pampers maka penggunakan masih menggunakan sebuah popok kain. Bisa dikatakan popok kain ini merupakan popok tradisional yang hanya bergantung pada sehelai kain katun ditambah dengan sebuah tali dibagian sampaing untuk mengikat atau digantikan dengan sebuah peniti. Walaupun hanya sebuah kain, tetapi popok kain ini masing sering digunakan oleh beberapa orang tua untuk membukus bagian intim sang bayi. Hal ini dikarenakan banyak orang menganggap kainnya masih sangat lembut dan cocok untuk kulit bayi dibandingkan menggunakan bahan kapas yang mudah membuat bagian intim sang bayi menjadi cepat lecet atau muncul kemerahan. Selain itu, harga dari popok kain ini relative lebih murah bahkan bisa dipakai berulang kali dengan hanya melakukan pencucian dengan sangat baik untuk popok kain yang digunakan. Bahkan ketika anak anda sudah mulai membesar popok kain ini bisa disimpan untuk kelahiran selanjutnya walaupun kerepotannya akan muncul ketika cucian popok kain menumpuk.

  1. Popok Celana (Plastik)

Popok ini bisa dikatakan hampir sama dengan celana biasa dimana pembuatan celananya menggunakan bahan platik yang sangat tipis. Walaupun tipis tetapi ternyata sudah dilapisi dengan beberapa bagian baik diluar maupun didalam kain sehingga membuat air dan kotoran dari bayi tidak akan membasahi kain ataupun celana dibagian luar. Popok ini pun punya kelebihan dimana bagian dalamnya bisa digunakan berkali kali dan mudah untuk dibersihkan sehingga hanya perlu dilap tanpa harus dicuci ulang. Kekurangan dari pampers tradisional ini dimana anda harus sering memperhatikan atau melihat apakah sang bayi buang air sudah cukup banyak atau belum, karena jika anda tidak memeriksanya kemungkinan kemunculan ruam pada bagian belakang pantat bayi akan cepat terjadi jadi lebih baik perhatikan dengan baik.baik

  1. Popok Sekali Pakai (disposable diaper)

Nah produk satu lain merupakan produk keluaran yang paling sering digunakan saat ini atau dikenal dengan nama Pampers. Popok ini memang hanya bisa digunakan satu kali pakai saja dimana kebanyakan orang lebih praktis dibandingkan popok lainnya. bahan nya merupakan campuran dari plastic dan juga kapas sehingga kemungkinan terjadi ruam terjadi kurang lebih 50:50. Mengapa demikian karena penggunaan yang terlalu lama dari pampers jenis ini akan membuat pantat berkeringat dan akhirnya muncul kemerahan yang cukup gatal pada bayi. Walaupun demikian jenis popok ini bisa bersahabat dengan lingkungan kok bahkan beberapa produknya bisa hancur sendirinya ketika dibuat ke tempat yang sesuai.

shares